Cara Membuat Highest and Best Use Study

Apa arti Highest and Best Use

Dayaguna/manfaat yang maksimal/tertinggi dan terbaik dari lahan yang secara fisik dimungkinkan dan paling mungkin digunakan, secara hukum diizinkan dan secara keuangan layak. Sederhananya dapat menghasilkan manfaat yang maksimal dari Lahan tersebut. Daya guna/manfaat maksimal adalah penggunaan yang secara hukum diizinkan dan mempunyai kemungkinan cukup besar untuk dikembangkan/digunakan, atas lahan kosong atau sebidang lahan/tanah yang sudah ada bangunannya, yang secara fisik bisa dilaksanakan dan mendapat dukungan yang cukup layak secara /keuangan/financial sehingga dapat menghasilkan daya guna yang maksimal.

Tapak (Site) dapat didefinisikan sebagai tanah yang sudah dikembangkan dan telah, siap untuk digunakan dengan tujuan penggunaan tanah tertentu. Sebuah lahan/tapak dapat mempunyai dua buah pengembangan, yaitu onsite dan offsite supaya lahan siap untuk dibangun/dikembangkan. Pengembangan tapak/lahan meliputi antara lain:

  • penyediaan sistem drainase,
  • saluran air kotor,
  • saluran utilitas (listrik, telepon, air dan gas),
  • pemetaan dan pembuatan jalan masuk/keluar ke jalan utama.

Deskripsi tanah atau tapak adalah sebuah sebuah daftar data faktual yang meliputi deskripsi kepemilikan (legal description, other title and record data)
dan informasi yang berkaitan dengan karakteristik fisik.

Baca juga:

Analisis lahan/tapak

adalah sebuah studi atau kajian yang saksama terhadap semua data yang faktual yang berkaitan dengan karakteristik-karakteristik lingkungan (neighborhood characteristic) yang menciptakan, mempertinggi atau yang dapat mengurangi kegunaan dan daya jual (marketability) dari lahan/tapak sebagaimana tanah/tapak pembandingnya.

Bangunan gedung

adalah bentuk/wujud fisik konstruksi yang menyatu dengan tempat lahan/kedudukannya, baik sebagian atau seluruhnya yang berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang dapat berfungsi sebagai tempat orang/manusia melakukan kegiatan, baik untuk hunian/tempat tinggal, kegiatan keagamaan (religi), kegiataan usaha, kegiatan social, budaya, maupun kegiatan khusus (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 29/PRT/M/2006).

Aset

adalah barang atau benda yang bergerak ataupun tidak bergerak. Benda bergerak baik berupa yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang terdapat dalam aktiva/kekayaan perusahaan. Aset akan sangat membantu perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Tapi jika dalam kegiata/pelaksanaannya aset tidak dirawat dan dikelola secara maksimal maka dapat menghambat kegiatan perusahan itu sendiri. Oleh sebeb itu perlu adanya sebuah manajemen/pengelolaan aset yang bisa mengelola seluruh aset yang dimiliki.

Kekuatan pasar juga akan membentuk harga pasar. Semua data yang terkumupul lalu dianalisa untuk menghitung manfaat suatu lahan, selain itu juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memberikan opini atau pendapat oleh para pelaku properti terhadap Highest and Best Use. [Highest and Best Use properti](https://konsultan.julizar.com/id/highest-and-best-use-study) yang dianalisa akan memberikan landasan untuk menganalisa daya saing, jadi Highest and Best Use juga dapat mencerminkan Nilai Pasar dari suatu Lahan.

konsultan properti

Faktor – Faktor HBU untuk Properti Berupa Tanah dan Bangunan:

1. Fisik, antara lain:
– Bentuk tanah dan ukuran tanah
– Topografi tanah
– Lokasi tanah / Letak tanah
– Sarana dan Prasarana

2. Peraturan Pemerintah, antara lain:
– Peruntukan berdasarkan rencana Tata Kota
– KDB (Koefisien Dasar Bangunan)
– KLB (Koefisien Lantai Bangunan)
– KDH (Koefisien Dasar Hijau)
– GSB (Garis Sempadan Bangunan)
– Tinggi Maksimum Bangunan

3. Supply and Demand, antara lain:
– Banyaknya supply dari para developer untuk Properti yang sejenis di pasar
– Demand dari pasar Properti yang sejenis dengan yang dikembangkan
– Harga sewa dari Properti sejenis
– Harga jual dari Properti Sejenis.

4. Dari alternatif – alternatif pengembangan yang sesuai peraturan pemerintah, kemudian dipilih alternatif yang memberikan hasil tertinggi.

Baca Juga:

Faktor – Faktor HBU untuk Properti Berupa Pabrik:

1. Tanah dan Bangunan, antara lain:

  • Waktu
    Faktor waktu terkadang sangat menentukan, terutama bila kontrol dan peraturan pemerintah sangat ketat terhadap Ekspor/Impor mesin-mesin dan
    peralatan. Ini menyebabkan pemilihan mesin yang terhambat dan design produksi juga terhambat.
  • Lokasi
    Lokasi akan menjadi suatu hal yang sangat penting, terutama apabila lokasi dapat mempengaruhi prinsip penggunaan terbaik dan tertinggi. Ini bisa terjadi apabila pabrik harus didirikan pada lokasi/daerah yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan membutuhkan alat transportasi untuk mobilitas karyawan.
  • Permintaan Pasar
    Analisis Permintaan Pasar terkadang juga diperlukan apabila produksi suatu barang harus mendekati Pasar.
  • Keadaan Topografi Tanah
    Keadaan ini akan mempengaruhi biaya membangun dan biaya sarana & prasarana pabrik sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi Prinsip Penggunaan Tertinggi dan Terbaik.
  • Teknologi Membangun
    Teknologi membangun terutama di daerah yang sulit, akan mempengaruhi penyelesaian proyek. Apabila proyek selesaikan dalam waktu
    yang terlalu lama maka akan menyebakan biaya proyek tinggi (overrun) atau high cost.
  • Kelengkapan Utilitas
    Misalnya suplai air, pembuangan air atau limbah hasil produksi pabrik yang memiliki tuntutan pembuangan limbah yang tinggi serta tenaga listrik yang besar.

Mesin – Mesin dan Peralatan

2. Penggunaan terbaik dan tertinggi pada mesin dan peralatannya (plant and machinery) ialah penggunaan mesin dan peralatan (plant and machinery), secara baik dan benar yang menghasilkan pendapatan/ penerimaan terbesar untuk masa tertentu dan yang secara hukum dibenarkan sehingga dapat menghasilkan nilai yang tertinggi.

Jika anda membutuhkan jasa konsultan properti, silahkan Anda hubungi kami di nomor 021 7662878